Panic Buying karena Coron「Texas Hold'em game」a Berkaitan dengan Fungsi Otak, Ini Penjelasan Ilmiahnya

  • 时间:
  • 浏览:0

Takut adalah kTexas Hold'em gameeTexas Hold'eTexas Hold'em gamem gameiTexas Hold'em gamenginan untuk menghindaTexas Hold'em gameri sesuatu yang ada saat ini. Jika ketakutan tersebut berdasarkan ketidakpastian di masa depan, jadilah cemas.

“Bedanya cemas dengan takut, cemas adalah ketakutan akan sesuatu di masa depan dan belum pasti. Ketika seseorang punya kecemasan, pada titik tertentu, area prefrontal cortex pada otak tidak bisa bekerja,” tutur Nina.

Kepanikan, termasuk panic buying, tidak terjadi begitu saja. Ada alasan ilmiah di balik hasrat memborong barang-barang dan makanan di supermarket.

“Dalam kondisi tertentu, rasa cemas akan berubah menjadi panik lewat sistem limbik. Kalau sudah begini, rasa takut dan cemas tidak bisa dikontrol,” jelasnya.

Tak hanya di Indonesia, warga luar negeri pun melakukan panic buying salah satunya dengan memborong tisu toilet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Hal itu dijelaskan oleh Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si.

Dalam kasus panic buying, yang terjadi adalah kita melakukan sesuatu bukan karena hal itu benar atau salah, namun dilakukan karena kita rasa bisa menyelamatkan hidup kita.

Prefrontal cortex adalah bagian pada otak yang memproses hal-hal yang rasional. Ketika area ini tidak bekerja karena kecemasan akan ketidakpastian, bagian yang bekerja adalah limbic system (sistem limbik).

Baca juga: WHO: Tunjukkan Solidaritas dengan Cuci Tangan dan Tidak Panic Buying

“Panik itu adalah perpanjangan dari cemas. Sementara cemas itu perpanjangan dari takut,” tutur Nina, panggilan akrabnya, kepada Kompas.com, Rabu (18/3/2020).

Baca juga: Penjelasan Psikologi di Balik Panic Buying Akibat Virus Corona

Pengunjung ramai-ramai membeli tisu toilet di sebuah toko di London, Inggris, Sabtu (14/3/2020). Di tengah kepanikan wabah virus corona, selain kebutuhan pokok, tisu toilet menjadi salah satu barang yang paling diburu di banyak negara.

KOMPAS.com – Tak sedikit masyarakat yang melakukan panic buying terkait mewabahnya virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19.